Ayo Coba jadi Pengembang Property, Berikut Langkah-langkahnya

Farzaneh Journal – Berbisnis di bidang property biasanya dimulai dari hal kecil, misalnya seperti menjadi broker property, lalu bertumbuh menjadi pengembang property. Memang butuh waktu yang tidak sebentar hingga seseorang bisa jadi pengembang property yang sanggup menjual puluhan rumah, apartemen, atau bangunan lainnya, namun bukankah semua jenis bisnis memang butuh waktu sampai bisa berkembang dan sukses?

Anggaplah Anda seorang broker yang sudah bekerja bertahun-tahun, dan mungkin sudah mendapat hasil maksimal dari apa yang ia lakukan selama ini. Selanjutnya Anda tentu ingin berkembang ke tahap selanjutnya, yakni menjadi pengembang property.

Langkah penting menjadi pengembang property

Kadang kala kita mendengar opini bahwa tidak dibutuhkan modal besar untuk jadi seorang pengembang. Itu tidak sepenuhnya benar, walaupun tidak sepenuhnya salah juga. Kalau beruntung, Anda bisa saja menjadi pengembang perumahan dengan memanfaatkan tanah kapling siap bangun, yang dulunya diberikan orang tua atau saudara kandung. Kalau kasusnya begitu, Anda tentu bisa lebih banyak menghemat modal membangun kapling baru, kan?

Lebih jauh lagi, menjadi pengembang tentu butuh kapling, tapi langkah awalnya bukan dimulai dari hal tersebut. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan agar Anda bisa berkembang jadi seorang pengembang besar:

  • Bidik perumahan dalam skala kecil

Mulai lah dari hal-hal kecil, misalnya dalam konteks pengembang, bangunlah kapling perumahan dalam skala kecil, misalnya tiga sampai empat rumah. Dengan cara ini, Anda tidak perlu dipusingkan birokrasi perizinan yang menyita waktu dan rumit. Lagipula, Anda bisa menghemat lebih banyak modal.

Di Indonesia, biasanya hanya dibutuhkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bila Anda hanya membangun maksimal 4 rumah. Lagi-lagi ini soal penghematan modal.

  • Berhitung dengan cara sederhana

Anda adalah pengembang kecil yang baru saja beralih peran dari yang tadinya seorang broker. Karena baru saja beralih jadi broker, modal Anda tentu kecil. Karena itulah Anda perlu menghitung pemakaian modal sesederhana mungkin.

Yang pertama perlu dilakukan adalah mencari tahu berapa harga rumah baru di sekitar lokasi di mana Anda ingin membangun kapling. Kalau bangunan rumah tipe 45 di lokasi tersebut umumnya dijual Rp 350 juta. Lalu di saat bersamaan Anda sudah memiliki tanah yang ideal untuk dibangun rumah tipe tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *